Sistem SCR adalah komponen kunci dalam upaya mengurangi emisi NOx dari kendaraan bermesin diesel. Dalam sistem ini, Luft Blue, yang terbuat dari urea, disemprotkan ke dalam aliran gas buang. Agar sistem SCR bekerja optimal dan memaksimalkan efektivitas Luft Blue, diperlukan perawatan yang tepat. Merawat sistem ini akan memastikan bahwa konversi NOx ke dalam gas yang lebih ramah lingkungan berlangsung secara optimal.

Pentingnya Merawat Sistem SCR untuk Efektivitas Penggunaan Luft Blue:

  1. Menjaga Performa Pengurangan Emisi: Sistem SCR yang terawat mampu mentransformasi polutan secara maksimal, menghasilkan emisi gas buang yang lebih bersih dan sesuai standar.
  2. Optimalisasi Konsumsi Luft Blue: Perawatan rutin memastikan sistem SCR bekerja efisien, sehingga penggunaan Luft Blue menjadi optimal dan hemat.
  3. Mencegah Kerusakan Komponen: Perawatan preventif dapat mendeteksi dan mengatasi masalah pada tahap awal, mencegah kerusakan komponen SCR yang lebih serius dan mahal.
  4. Menjaga Kinerja Mesin: Sistem SCR yang berfungsi optimal mendukung kinerja mesin diesel, meningkatkan efisiensi bahan bakar dan performa kendaraan.

Dampak Sistem SCR yang Kurang Terawat:

Pada sistem SCR yang kurang terawat, emisi gas buang kendaraan dapat melebihi batas standar. Akumulasi kerak atau kotoran di dalam katalis SCR dapat menghambat proses konversi, sehingga meningkatkan emisi yang keluar dari knalpot kendaraan yang dapatmencemari lingkungan dan berpotensi terkena sanksi. Sistem SCR yang tidak optimal juga membutuhkan lebih banyak Luft Blue untuk mencapai tingkat reduksi emisi yang sama.

Kerusakan Komponen SCR karena kontaminasi yang menyumbat dan merusak komponen vital seperti sensor, katalis, dan pipa, mengakibatkan biaya perbaikan yang tinggi. Selain itu, kerusakan pada komponen-komponen kritis seperti injektor Luft Blue atau sensor NOx juga dapat terjadi akibat kurangnya perawatan. Kerusakan ini dapat mengakibatkan sistem bekerja tidak optimal atau bahkan berhenti berfungsi sama sekali.

Tanda Kerusakan Sistem dan Cara Mengatasi

Penting bagi pengguna kendaraan diesel untuk mengenali tanda-tanda kerusakan pada sistem SCR dan mengambil tindakan preventif atau perbaikan segera. Tanda-tanda kerusakan yang perlu diperhatikan diantaranya:

  • Penurunan efisiensi bahan bakar: Jika kendaraan mengalami penurunan efisiensi bahan bakar secara abnormal, ini bisa menjadi tanda masalah pada sistem SCR.
  • Lampu peringatan atau kode kesalahan/indicator SCR di dashboard yang menyala
  • Bau yang tidak biasa: Bau yang tidak biasa dari knalpot dapat menjadi indikasi adanya masalah pada sistem SCR.
  • Kebocoran pada tangki dan sistem injeksi.
  • Konsumsi Luft Blue yang berlebihan.

https://www.pexels.com/photo/man-repairing-an-engine-8986047/

Kendala-kendala tersebut dapat diatasi dengan melakukan servis dan pemeriksaan rutin sesuai rekomendasi pabrikan. Hindari penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai spesifikasi, serta segera perbaiki kerusakan sistem SCR jika ditemukan tanda-tanda kerusakan tanpa menunda-nunda. Lakukan juga pembersihan katalis SCR secara berkala, penggantian filter udara dan minyak yang tepat waktu, serta memastikan bahwa Luft Blue selalu tersedia dan dalam kondisi baik.