Luft Blue, sebagai Diesel Exhaust Fluid (DEF), adalah larutan tidak mudah terbakar yang terdiri dari 32,5% urea dan 67,5% air demineralisasi. Penyimpanan Luft Blue perlu diperhatikan agar tidak terjadi kontaminasi dan perubahan struktur. Bahan-bahan penyusun Luft Blue memiliki beberapa sifat penting yang perlu diperhatikan saat menyimpan Luft Blue.

  • Urea: Urea adalah senyawa organik yang bersifat higroskopis, artinya mudah menyerap air dari udara. Hal ini dapat menyebabkan larutan Luft Blue menjadi lebih pekat. Urea juga dapat bereaksi dengan karbon dioksida di udara dan menghasilkan amonium karbamat, yang dapat menyumbat sistem SCR (Selective Catalytic Reduction) pada kendaraan diesel.
  • Air demineralisasi: Air demineralisasi adalah air yang telah dimurnikan, sudah tidak mengandung mineral terlarut. Hal ini penting untuk Luft Blue karena mineral dapat bereaksi dengan urea dan menyebabkan presipitasi. Presipitasi ini dapat menyumbat sistem SCR dan merusak komponen mesin.

Kesalahan Penyimpanan Luft Blue

Kesalahan penyimpanan Luft Blue dapat menyebabkan kerusakan pada larutan dan sistem SCR. Berikut adalah beberapa kesalahan umum yang harus dihindari:

  • Penyimpanan di tempat terlalu panas: Paparan panas yang lama dapat menyebabkan urea terdegradasi dan air menguap, yang dapat membuat larutan Luft Blue menjadi lebih pekat dan sulit untuk dipompa.
  • Penyimpanan di tempat terlalu dingin: Paparan suhu beku dapat menyebabkan air dalam Luft Blue membeku dan mengembang, yang dapat merusak wadah penyimpanan. Saat mencair, air yang membeku dapat memisahkan diri dari urea dan menghasilkan presipitasi.
  • Paparan udara: Paparan udara dapat menyebabkan urea bereaksi dengan karbon dioksida dan menghasilkan amonium karbamat, yang dapat menyumbat sistem SCR.
  • Kontaminasi: Kontaminasi dengan bahan lain, seperti bahan bakar diesel atau oli mesin, dapat merusak larutan Luft Blue dan sistem SCR.

Rekomendasi Cara Penyimpanan Luft Blue

Untuk memastikan keamanan dan kualitas Luft Blue, penyimpanan Luft Blue sebaiknya sebagai berikut:

  • Simpan Luft Blue di tempat yang sejuk dan kering: Suhu ideal untuk menyimpan Luft Blue adalah antara 10°C dan 30°C.
  • Jaga agar wadah penyimpanan tetap tertutup rapat: Tutup wadah penyimpanan dengan rapat setelah digunakan untuk mencegah udara masuk.
  • Gunakan Luft Blue yang baru: Luft Blue memiliki umur simpan terbatas dan kualitasnya dapat menurun seiring waktu. Gunakan Luft Blue sesegera mungkin setelah dibuka.
  • Pantau kondisi Luft Blue: Periksa Luft Blue secara berkala untuk memastikan tidak ada tanda-tanda kerusakan, seperti presipitasi atau perubahan warna. Dengan rekomendasi penyimpanan ini, Anda dapat memastikan bahwa Luft Blue tetap aman dan efektif untuk digunakan dalam sistem SCR kendaraan diesel Anda.